Melihat Usaha Pembuatan Telur Asin di Desa Karangwage

 

Usaha telur asin Bu Sri sudah berdiri sejak kurang lebih 3 tahun yang lalu. Dimulai dari keinginan untuk membuka lapangan pekerjaan sendiri, usaha telur asin ini berhasil bertahan hingga sekarang dan produknya digemari oleh banyak kalangan. Dalam mengolah sendiri telur bebek biasa menjadi telur asin, Bu Sri dibantu oleh anak dan suaminya, Bapak Witoyo.

Pengolahan telur asin bisa dibilang cukup mudah. Untuk membuat telur asin, bahan utama yang kita butuhkan adalah telur. Tahap pertama adalah pencucian telur dari sisa-sisa kotoran yang menempel. Selanjutnya mencampurkan abu gosok/batu bata dengan air. Setelah itu, abu gosok/batu bata dengan garam dicampur hingga merata. Selanjutnya lumuri telur dengan abu gosok/batu bata dengan menggumpal. Setelah dilumuri satu persatu kemudian diamkan di tempat selama 5 hari. Kemudian di rebus selama 20 menit hingga matang.
Telur asin biasanya dijual berupa mentah maupun matang dengan harga Rp. 2.000/telur mentah dan Rp. 2.500/telur matang.

Telur asin Bu Sri dijual di warung-warung, rumah makan, dan warga sekitar. Telur asin Bu Sri menjadi langganan untuk warung-warung makan di sekitar Desa Karangwage ataupun masyarakat sekitar yang ingin menyuguhkan telur asin untuk acara hajatan maupun oleh-oleh. Telur asin ini sangat cocok buat teman makan maupun cemilan dengan rasa gurih, enak, dan lezat.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan